SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Wow! Mengurangi 'Asupan' Berita Tentang COVID-19 Dapat Redakan Stress dan Panik?

Selasa, 24 Maret 2020 23:00 by Rie127 | 782 hits
Wow! Mengurangi 'Asupan' Berita Tentang COVID-19 Dapat Redakan Stress dan Panik?
Image Source: CNN

DREAMERS.ID - Saat ini hampir seluruh masyarakat didunia sedang berjuang untuk melawan virus corona, tidak jarang sebagian dari mereka merasakan takut, stress, dan panik yang berlebihan. Bahkan dilansir dari CNN, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Andri mengingatkan untuk tidak terlalu stress dan cemas dalam menghadapi virus COVID-19.

“Kecemasan ditambah ingatan buruk mengenai corona itu bisa menimbulkan gejala 'corona-coronaan' atau gejala terkait kondisi seperti itu. Kalau dalam ilmu kedokteran jiwa itu dikenal sebagai istilah psikosomatik”. ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Psikosomatik sendiri merupakan kondisi dimana seseorang yang mengalami gejala fisik tetapi sebenarnya ketika diperiksa tidak ada perubahan fungsi organ dan tidak ada masalah medis.

Andri kemudian mengungkapkan bahwa risiko seseorang mengalami psikosomatik, salah satunya adalah karena mereka telah disuguhi berita-berita mengenai virus corona lewat media, baik di TV, maupun online.

Baca juga: Ternyata Sudah Ratusan Ribu Pekerja Di-PHK Selama Wabah Virus Corona di Jakarta

“Saat orang mendapat info yang bermakna dan terus-menerus, ini disimpan di amigdala, pusat memori. Pusat memori ini juga merupakan pusat kecemasan. Kalau kelebihan beban, juga akan merespons dengan kecemasan seolah merasa ketakutan luar biasa akibat keadaan itu. Ini suatu tekanan untuk diri kita, otak, stres negatif, bisa jadi gejala psikosomatik”. jelas Andri dikutip dari CNN Indonesia.

Gejalanya yang dialami seseorang ketika mengalami psikosomatik ditengah wabah virus corona ini juga mirip dengan gejala pasien COVID-19, seperti batuk, flu, demam, dan sesak nafas. Walaupun mirip, namun gejala keduanya sebenarnya berbeda. Misalkan demam, kalian dapat melakukan cek secara berkala, apakah tinggi atau hanya karena kelelahan, sama halnya dengan batuk dan flu, yang dapat diredakan dengan istirahat yang cukup.

Andri juga mengungkapkan untuk membatasi waktu untuk mengakses informasi mengenai virus corona. Masyarakat dapat melakukan aktivitas lain, seperti bekerja di rumah, bersih-bersih, berolahraga, dan lain sebagainya.

“Lakukan aktivitas lain, misal beres-beres rumah, bersih-bersih, jangan hanya fokus dengerin berita covid-19, lama-lama ya mabuk”. kata Andri

(Rie127)

Komentar
  • HOT !
    Menyikapi rekomendasi yang diberikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah sudah menyampaikan kepada masyarakat akan perlunya memakai masker guna mencegah penyebaran virus corona (Covid 19)....
  • HOT !
    Di tengah pandemi virus Covid 19 atau virus corona, belakangan minuman dalgona coffee menjadi viral karena mudah dibuat di rumah. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengaku tidak kuat terhadap kafein padahal ingin mencoba minum hits asal Korea Selatan tersebut....
  • HOT !
    Tak lama lagi umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan yang diprediksi masih di tengah penyebaran wabah virus corona atau COVID 19. Ini adalah bulan di mana umat muslim menjalankan ibadah puasa yang tentu saja berbelas jam tidak mendapat asupan makan dalam tubuh....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Yuuka
Cast : Yoon Bo-Ra (SISTAR), Hyunseong (Boyfriend), Kim Da-Som (SISTAR), Kim Donghyun (Boyfrined), Jeongmin

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)