SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Masih Suka Konsumsi Minuman Berpemanis dan Berkarbonasi? Simak Lagi Bahaya

Jumat, 21 Februari 2020 20:00 by zia92 | 1209 hits
Masih Suka Konsumsi Minuman Berpemanis dan Berkarbonasi? Simak Lagi Bahaya
Image source: NYTimes

DREAMERS.ID - Selain tak ramah lingkungan karena kebanyakan menggunakan plastik, jenis minuman yang mengandung pemanis dan karbonasi memang telah lama dianggap tidak menyehatkan. Dan karena alasan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana untuk mengenakan tarif cukai pada produk berkemasan plastik serta produk minuman berpemanis dan berkarbonasi.

Minuman berpemanis (atau minuman dengan pemanis tambahan, termasuk softdrink) mengacu pada minuman dengan tambahan gula atau pemanis lainnya, seperti sirup jagung dengan fruktosa, sukrosa, konsentrat buah. Termasuk dalam kategori minuman berpemanis antara lain minuman bersoda, cola, punch buah, dan limun. Beberapa minuman berenergi dan minuman yang diperuntukkan bagi atlet juga memiliki kandungan gula yang tinggi.

Sebenarnya, apa efek dari konsumsi minuman kemasan yang mengandung gula atau minuman berkarbonasi sehingga dianggap perlu untuk dikenai cukai karena alasan diabetes? Mengutip CNN, penelitian dari Harvard School of Public Health menunjukkan beberapa bahaya minuman yang mengandung pemanis buatan seperti berikut:

1. Obesitas

Mengonsumsi minuman berpemanis tidak memiliki efek kompensasi. Biasanya, setelah makan camilan atau makanan padat lainnya, ada kecenderungan untuk mengurangi jumlah asupan kalori dari makanan.

Hal ini tidak terjadi setelah minum, dimana orang biasanya tidak mengubah pola makan makanan padat, yang mengakibatkan kelebihan asupan kalori harian yang dihasilkan dari gula di dalam minuman dari pada yang diperlukan oleh tubuh, yang berakibat pada kegemukan.

2. Diabetes

Baca juga: Cara Alami Hilangkan Lemak di Pipi

Orang yang mengonsumsi minuman berpemanis secara rutin (satu hingga dua kaleng per hari atau bahkan lebih) memiliki risiko 26 persen lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 daripada orang yang jarang minum minuman berpemanis.

3. Penyakit jantung

Risiko penyakit jantung yang lebih tinggi disebabkan oleh efek buruk dari tingginya muatan glikemik dari minuman berpemanis terhadap kadar gula dalam darah.

4. Menurunnya kesehatan tulang dan penyakit persendian

Minuman berkarbonasi memiliki kadar fosfat yang tinggi, dan mengonsumsi fosfat lebih dari kalsium memiliki efek yang merusak kesehatan tulang.

5. Kematian dini

Menurut sebuah penelitian besar jangka panjang terhadap 37.716 pria dan 80.647 wanita di Amerika Serikat, semakin banyak minuman manis yang diminum orang, semakin besar risiko kematian dini - terutama dari penyakit kardiovaskular. 

(fzh)

Komentar
  • HOT !
    Semenjak Indonesia menjalani era new normal di tengah pandemi virus corona, tempat tempat hiburan dan wisata memang sudah dibuka kembali. Namun, pengunjung harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak antar pengunjung....
  • HOT !
    BLACKPINK dikenal sebagai grup dengan penampilan membernya yang selalu stylish. Tak heran jika banyak brand fashion mewah yang bekerja sama dengan mereka, hingga menjadikannya sebagai brand ambassador....
  • HOT !
    Saat menggunakan masker, sirkulasi udara pada kulit wajah tidak dapat berjalan secara optimal. Hal ini tentunya dapat meyebabkan masalah serius pada kulit wajah, terutama munculnya jerawat, terutama di area yang tertutup masker....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : munzioezy
Cast : Jung Krystal f(x), Kang Minhyuk CNBLUE and other cast

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)