SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Kebiasaan Dilayani dan Mager Buat Layanan Pesan-Antar Makanan Populer di Indonesia

Kamis, 31 Januari 2019 10:33 by zia92 | 888 hits
Kebiasaan Dilayani dan Mager Buat Layanan Pesan-Antar Makanan Populer di Indonesia
Image source: woorank

DREAMERS.ID - Layanan pesan-antar makanan yang disediakan platform jasa online seperti Go-Jek dan Grab menjadi fitur yang sama banyak digunakannya selain transportasinya. Ada beberapa faktor yang membuat layanan ini begitu populer, khususnya di Indonesia.

Lembaga survei Spire mengungkapkan karakteristik penduduk Indonesia yang malas adalah yang membuat layanan pengantaran makanan begitu diminati. Menurut CEO Spire Jeffrey Bahar, karakteristik masyarakat Indonesia adalah terbiasa dilayani.

Selain itu, tidak semua restoran menyediakan layanan pengantaran makanan. Oleh karena itu, konsumen bisa memesan makanan dari restoran mana pun dengan adanya layanan pengantaran yang disediakan oleh Go-Jek dan Grab.

"Fenomena masyarakat Indonesia terbiasa dilayani. Saya sebut Indonesia 'lazy economy'. Kalau yang kami lihat, tidak semua restoran Indonesia punya layanan pesan antar, ini yang membuat (transaksi) Gofood dan Grabfood cukup tinggi," tutur Jefrey ketika memaparkan hasil survey, di kawasan Sarinah, Jakarta Selatan, Rabu (30/1), mengutip CNN.

Baca juga: Pihak Go-Jek Sebut Mitra Pengemudi Bisa Dapat Ganti Rugi Jika Pembeli Batalkan Pesanan Go-Food

Salah satu contoh kemalasan ini menurut Jeffrey terlihat dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia makan di restoran cepat saji. Di luar negeri menurutnya, masyarakat terbiasa membereskan makanan sendiri ketika makan di restoran cepat saji.

"Food court di Malaysia atau Singapura saja kita harus bersihkan sendiri makanan. Kalau di Indonesia jarang. Lalu kalau makan di fast food dan telat itu diantarkan, kalau di negara lain itu kita yang tetap ambil," kata Jeffrey.

Namun, menurut Jeffrey layanan Grabfood dan Gofood memberikan keuntungan dan membuat meratanya persaingan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang kuliner. Pasalnya mereka dipastikan tidak memiliki layanan pengantaran makanan. Oleh karena itu, Gofood dan Grabfood membuat pelaku UKM bisa menyediakan layanan pengantaran makanan. Sehingga, restoran kelas UKM bisa bersaing dengan restoran kelas atas.

Berdasarkan hasil survei Spire dari 175 responden, 47 persen memilih memesan Grabfood dan Gofood karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk memasak makanan. 45 persen di antaranya memesan makanan melalui aplikasi ride-hailing karena tidak bisa keluar rumah karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sementara itu 30 persen memesan Grabfood dan Gofood karena tidak memiliki waktu untuk membeli makanan sendiri.

(fzh)

  • HOT !
    Kasus pembatalan pesanan Go Food cukup sering terjadi bahkan kisah sang mitra pengemudi menjadi viral di media sosial dan menimbulkan rasa prihatin dari netizen karena kerugian yang dialami driver....
  • HOT !
    Sebuah karya dari seniman dalam negeri mencuri perhatian banyak netizen hingga viral di media sosial. Di tangannya, barang tak terpakai seperti spanduk bekas kampanye dapat disulap menjadi jaket kekinian....
  • HOT !
    Euphoria menyambut serial ‘Game of Thrones’ musim ke 8 ikut dirayakan sejumlah brand ternama untuk meluncurkan koleksi khusus bertema ‘Game of Thrones’ tak terkecuali Havaianas. Brand yang terkenal dengan jenis produk sandal jepit ini ikut merilis sandal bertema drama fantasi itu....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ayurini59
Cast : Kang Minhyuk & Krystal Jung

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)