SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ternyata Begini Dampak Emosi yang Bisa Pengaruhi Kebahagian

Selasa, 22 Agustus 2017 23:00 by zia92 | 1836 hits
Ternyata Begini Dampak Emosi yang Bisa Pengaruhi Kebahagian
Image source: tvN

DREAMERS.ID - Tak ada patokan yang tepat untuk mengukur kebahagiaan seseorang. Jika banyak yang menganggap bahwa orang yang tidak pernah terlihat menunjukkan amarahnya adalah orang paling bahagia, maka hal tersebut salah besar.

Nyatanya dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang dapat merasakan jenis emosi lainnya adalah orang yang bahagia. Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, merasakan emosi lain seperti kecewa atau marah juga berharganya bagi kesehatan mental.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu. Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi ‘bom waktu’ dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang. Walau ada juga beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology tersebut mendapati, sebagian besar peserta berharap untuk bisa menunjukkan emosi yang lebih menyenangkan dalam hidup mereka. Terlepas dari negara dan budaya, peserta yang menunjukkan emosi paling sesuai dengan kondisi yang dialami ternyata memiliki kepuasan hidup lebih besar dan lebih sedikit gejala depresi yang artinya lebih bahagia.

Meski begitu, penelitian ini menekankan bahwa bukan berarti kita bebas menjadi orang yang pemarah bagi orang lain, seperti mengutarakan kata-kata buruk yang menyakiti hati orang lain. Misalnya saat merasa kesal, kita boleh berbicara dengan nada kesal, namun jika ternyata kekesalan itu sudah berlalu, tidak perlu dibuat-buat. Sebab untuk bisa menjadi kunci kebahagiaan, tujuan dari kemarahan adalah untuk “mengingatkan”, bukannya memuaskan emosi, kata Tamir.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa orang yang lebih bahagia adalah mereka yang menjalani emosi secara alami dan positif. Saat marah disalurkan dengan baik, maka pemulihannya akan menjadi lebih cepat, tak ada dendam, tak ada penyesalan, dan itu menyehatkan mental, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia secara keseluruhan," kata Tamir.

 

(fzh/Health/Kompas)

Komentar
  • HOT !
    Ramyeon salah satu jenis mie instan yang memang menjadi kuliner populer dari Korea Selatan. Selain karena lezat, makanan instan ini pun dengan mudah untuk dibeli dan dinikmati. Ramyeon bahkan telah didistribusikan ke negara negara lain sehingga makin banyak orang termasuk kita yang tinggal di Indonesia menyukainya....
  • HOT !
    Sejak Desember 2017 lalu, santer beredar kabar bahwa bintang Brasil, Neymar telah membuka peluang dirinya akan bergabung dengan klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Manajemen klub berjuluk Los Blancos itu diberitakan sejumlah media Spanyol sudah melakukan pertemuan awal dengan pihak Neymar....
  • HOT !
    Menyambut tahun yang baru, kamu juga bisa memperbaharui penampilanmu, salah satunya dengan mengganti model gaya rambut. Tahun 2018 ini, ada tren gaya rambut yang sedang hits di kalangan para selebriti Hollywood, nih. Yup! Potongan rambut blunt cut....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : riyanidirgaajeng
Cast : SMEnt artist

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)