SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ternyata Begini Dampak Emosi yang Bisa Pengaruhi Kebahagian

Selasa, 22 Agustus 2017 23:00 by zia92 | 1569 hits
Ternyata Begini Dampak Emosi yang Bisa Pengaruhi Kebahagian
Image source: tvN

DREAMERS.ID - Tak ada patokan yang tepat untuk mengukur kebahagiaan seseorang. Jika banyak yang menganggap bahwa orang yang tidak pernah terlihat menunjukkan amarahnya adalah orang paling bahagia, maka hal tersebut salah besar.

Nyatanya dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang dapat merasakan jenis emosi lainnya adalah orang yang bahagia. Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, merasakan emosi lain seperti kecewa atau marah juga berharganya bagi kesehatan mental.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu. Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi ‘bom waktu’ dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang. Walau ada juga beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology tersebut mendapati, sebagian besar peserta berharap untuk bisa menunjukkan emosi yang lebih menyenangkan dalam hidup mereka. Terlepas dari negara dan budaya, peserta yang menunjukkan emosi paling sesuai dengan kondisi yang dialami ternyata memiliki kepuasan hidup lebih besar dan lebih sedikit gejala depresi yang artinya lebih bahagia.

Meski begitu, penelitian ini menekankan bahwa bukan berarti kita bebas menjadi orang yang pemarah bagi orang lain, seperti mengutarakan kata-kata buruk yang menyakiti hati orang lain. Misalnya saat merasa kesal, kita boleh berbicara dengan nada kesal, namun jika ternyata kekesalan itu sudah berlalu, tidak perlu dibuat-buat. Sebab untuk bisa menjadi kunci kebahagiaan, tujuan dari kemarahan adalah untuk “mengingatkan”, bukannya memuaskan emosi, kata Tamir.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa orang yang lebih bahagia adalah mereka yang menjalani emosi secara alami dan positif. Saat marah disalurkan dengan baik, maka pemulihannya akan menjadi lebih cepat, tak ada dendam, tak ada penyesalan, dan itu menyehatkan mental, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia secara keseluruhan," kata Tamir.

 

(fzh/Health/Kompas)

Komentar
  • HOT !
    Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara AFF 12th Council Meeting yang digelar di Nusa Dua, Bali pada Sabtu (23/9). Beberapa Agenda pada pertemuan AFF 12th Council tersebut adalah membahas isu isu sepakbola di Asia Tenggara termasuk membicarakan isu Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia 2034 dan AFF Awarding Night 2017....
  • HOT !
    Makanan berwarni warni atau yang lebih dikenal dengan makanan bertema pelangi memang sempat hits beberapa waktu lalu. Meski tren tersebut seolah mulai tergeser dengan kreasi makanan lainnya, namun belakangan ini masih ada saja produsen makanan yang membuat produknya dengan mengusung warna pelangi....
  • HOT !
    Tidak hanya Sushi dan seafood, ternyata masih banyak masakan Jepang lainnya yang bisa jadi pilihan. Untuk yang pernah pergi ke Jepang, pasti tahu kalau di negeri Sakura itu terkenal dengan masakan mentahnya seperti sushi dan sashimi....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : riyanidirgaajeng
Cast : siwon, yoora ,onew, luhan, kang minhyuk & All Artist SMEnt.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)