SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ternyata Begini Dampak Emosi yang Bisa Pengaruhi Kebahagian

Selasa, 22 Agustus 2017 23:00 by zia92 | 1733 hits
Ternyata Begini Dampak Emosi yang Bisa Pengaruhi Kebahagian
Image source: tvN

DREAMERS.ID - Tak ada patokan yang tepat untuk mengukur kebahagiaan seseorang. Jika banyak yang menganggap bahwa orang yang tidak pernah terlihat menunjukkan amarahnya adalah orang paling bahagia, maka hal tersebut salah besar.

Nyatanya dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang dapat merasakan jenis emosi lainnya adalah orang yang bahagia. Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, merasakan emosi lain seperti kecewa atau marah juga berharganya bagi kesehatan mental.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu. Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi ‘bom waktu’ dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang. Walau ada juga beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology tersebut mendapati, sebagian besar peserta berharap untuk bisa menunjukkan emosi yang lebih menyenangkan dalam hidup mereka. Terlepas dari negara dan budaya, peserta yang menunjukkan emosi paling sesuai dengan kondisi yang dialami ternyata memiliki kepuasan hidup lebih besar dan lebih sedikit gejala depresi yang artinya lebih bahagia.

Meski begitu, penelitian ini menekankan bahwa bukan berarti kita bebas menjadi orang yang pemarah bagi orang lain, seperti mengutarakan kata-kata buruk yang menyakiti hati orang lain. Misalnya saat merasa kesal, kita boleh berbicara dengan nada kesal, namun jika ternyata kekesalan itu sudah berlalu, tidak perlu dibuat-buat. Sebab untuk bisa menjadi kunci kebahagiaan, tujuan dari kemarahan adalah untuk “mengingatkan”, bukannya memuaskan emosi, kata Tamir.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa orang yang lebih bahagia adalah mereka yang menjalani emosi secara alami dan positif. Saat marah disalurkan dengan baik, maka pemulihannya akan menjadi lebih cepat, tak ada dendam, tak ada penyesalan, dan itu menyehatkan mental, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia secara keseluruhan," kata Tamir.

 

(fzh/Health/Kompas)

Komentar
  • HOT !
    Saat ini Android masih menjadi sistem operasi (OS) yang paling banyak digunakan pengguna di seluruh dunia. Namun karena sifatnya yang terbuka dan bisa dengan bebas dikembangkan oleh pabrikan gadget manapun, terjadi fragmentasi di mana versi OS yang dijalankan oleh masing masing perangkat berbeda beda....
  • HOT !
    Kevin Liliana, wanita 21 tahun kelahiran Bandung ini baru saja mengukir prestasi dengan membawa nama Indonesia maju sebagai pemenang di ajang Miss International 2017 di Jepang. Kemenangan yang dibawa Kevin ini pun merupakan kali pertama kemenangan Indonesia dalam ajang tersebut....
  • HOT !
    Tahun 2017 belum berakhir, tapi Korea Selatan sudah menancapkan ‘taringnya’ di dunia pariwisata mancanegara. Terbukti dengan negara berjulukan Negeri Gingseng ini mendapat predikat lokasi wisata terbaik tahun 2018....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : natadecocoo
Cast : Myungsoo,Jiyeon,Lee Minah (OC),Kai,Jung Soojung

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)