SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Tren Fashion 2019 yang Dipenuhi dengan Warna Lembut nan Elegan

Jumat, 16 November 2018 16:00 by noudi0501 | 9660 hits
Tren Fashion 2019 yang Dipenuhi dengan Warna Lembut nan Elegan
Image source: CNN Indonesia

DREAMERS.ID - Diperkirakan Tren Fashion 2019 bakal banyak bermain dengan model-model busana yang minimalis dengan warna-warna nude atau lembut. Tren ini terlihat dari koleksi terbaru lima desainer kenamaan Indonesia untuk 2019.

Perancang Didi Budiarjo, Liliana Lim, Mel Ahyar, Tri Handoko, dan Yogie Pratama memamerkan koleksinya dalam ekshibisi berkonsep White Cube di Trend Show 2019 yang digelar oleh Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI).

Ajang tahunan yang digelar untuk ke-32 kalinya ini menampilkan koleksi terbaru para desainer yang tergabung dalam IPMI dan menjadi prediksi tren mode di tahun berikutnya.

"Sudah dari tahun lalu kami membuat konsep pameran karena fesyen bukan hanya bisa dinikmati dari show saja, bisa juga dilihat dari dekat dengan ekshibisi ini. Ini yang kami tawarkan untuk 2019," kata ketua penyelenggara IPMI Trend Show 2019, Tri Handoko saat konferensi pers dan pembukaan ekshibisi White Cube di Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di ekshibisi itu, desainer Mel Ahyar menampilkan koleksi bertajuk "Penti" untuk Spring/Summer 2019. Sebanyak sembilan busana tertata dalam instalasi berkonsep siklus air yang menunjukkan kesinambungan bumi dan manusia.

Karya Mel kali ini memang bercerita mengenai hubungan bumi dan manusia. Dia terinspirasi dari penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) yang penghasilan utamanya datang dari bercocok tanam seperti kopi, kemiri, padi, vanili, dan lontar. 

Bagi Mel, masyarakat NTT begitu menghargai alam dan hasil bumi lewat upacara Penti. Upacara Penti merupakan salah satu budaya ucap syukur Manggarai yang diungkapkan dalam perayaan meriah. Inilah yang menjadi asal usul nama koleksi "Penti".

Mel menuangkan filosofi itu dalam fesyen. Hasil bumi kopi, misalnya, ditampilkan lewat gaun bersiluet lurus dilengkapi dengan cape pada bagian tangan dan detil bordir organdi. Gaun ini menceritakan proses penanaman kopi sampai panen.


Image source: cnnindonesia.com

Ada pula gaun lurus dengan drop shoulder berbahan crepe silk tebal mewakili vanili dengan detail ikat pinggang. Detail ikat pinggang itu merupakan gambaran hasil bumi yang kebanyakan diikat di tubuh orang-orang Manggarai.

Atasan itu dipadukan dengan rok yang menggambarkan siklus air irigasi yang mengalir tanpa putus dengan detail manik-manik dan kristal di atas bahan organdi. Mel banyak bermain dengan warna hitam dan nude.

"Saya menawarkan konsep ramah lingkungan. Tahun 2018 sudah banyak bicara soal 90-an dan futuristik, sekarang saatnya kembali ke alam tapi dengan keterampilan yang modern," kata Mel.

Konsep minimalis juga terlihat dari desainer Liliana Lim. Bertajuk "Gracefully Fold", Liliana menawarkan aneka busana yang terinspirasi dari gaya berpakaian di awal tahun 50-an. Garis rancangan Lilina masih berputar dalam drapery.

Hanya saja, pada koleksi kali ini, Liliana mencoba tantangan baru dengan memakai bahan yang tak biasa dan belum pernah digunakannya pada koleksi sebelumnya.

"Tahun ini saya mengubah bahannya. Biasanya, kandrapery dengan bahan yang lembut dan jatuh seperti sifon dan satin sutra. Sekarang dengan yang lebih tebal, jadi benar-benar beda," tutur Liliana di depan instalasinya.

Liliana menggunakan bahan bertekstur glitery dari semi wool, tweed, linen, jaquard, dan organza dengan warna cokelat, abu-abu, hitam, dan emas. Bahan itu dirancang menjadi mini dress, jumpsuit, dan gaun panjang yang klasik dan minim jahitan.

Tantangan juga dicoba oleh desainer senior Didi Budiarjo yang memberanikan diri untuk mengeluarkan koleksi serba pink. Pengalaman mengeluarkan koleksi berwarna ini belum pernah dilakukannya.

"Karena pink adalah warna yang unik, tidak ada dalam spektrum warna, tapi bisa terlihat. Saya tertantang," ucap Didi.

Koleksi Didi kali ini tampil dengan potongan feminim dengan detail bergelombang dan banyak menyematkan pita. Dalam balutan organdi, sutra, organza, sifon, dan lace, Didi membuat aneka gaun pendek dan panjang.

Selain itu, ada pula instalasi milik Tri Handoko yang memamerkan koleksi baju pengantin serba putih. Sebanyak sembilan baju pengantin itu dibuat minimalis. Karya desainer Yogi Pratama juga menampilkan gaun dengan warna-warna lembut seperti emas dan merah muda.

(nou)

  • HOT !
    Setelah Facebook, Google, berbagai platform lainnya, kini giliran Instagram yang merilis daftar ulasan tahunanya untuk 2018. ‘Year in Review’ melihat bagaimana platform berbagi foto dan video tersebut digunakan sepanjang tahun dan menyoroti tren utama dari 2018....
  • HOT !
    Perusahaan teknologi nampaknya menjadi salah satu tempat kerja yang paling diminati. Generasi milenial Indonesia khususnya melihat ketertarikan terhadap perusahaan perusahana besar seperti Telkom dan Google....
  • HOT !
    Tak hanya film, musik mau pun talenta talenta berbakat yang direkap di masa penghujung tahun ini mengenai siapa yang terbaik. Namun dunia video game juga menantikan jawaranya dengan pertimbangan beberapa penilaian....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : IkaaWulandari
Cast : Reina Lee (OC), EXO, Kim Myung Soo (Infinite), Jonghyun (CNBlue), Heechul (Super Junior), Kpop Idol

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)