home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Karena Vaksin Tidak Cukup, Tetap Lakukan Ini Agar Hentikan Penularan Virus COVID-19

Kamis, 05 Agustus 2021 16:30 by rizaluthfiah | 702 hits
Karena Vaksin Tidak Cukup, Tetap Lakukan Ini Agar Hentikan Penularan Virus COVID-19
Image Source : Mahoningmatters

DREAMERS.ID - Beberapa negara sudah melakukan vaksinasi untuk mencegahnya terpapar Covid-19. Selain mengandalkan vaksin, peneliti juga memperingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protkol yang sudah ditentukan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun.  

Tetapi vaksinasi saja tidak cukup untuk menjadi senjata utama dalam menghentikan munculnya varian baru. Temuan ini juga mendukung panduan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) agar orang yang sudah divaksin tetap memakai masker.

Melansir laman Kompas, hal itu berdasarkan laporan terbaru yang terbit di Nature Scientific Reports, pada Juli lalu. "Kami menemukan bahwa tingkat vaksinasi yang cepat dapat menekan munculnya strain yang resisten," tulis tim dalam temuan tersebut.

"Namun sebaliknya, ketika intervensi non-farmasi dilakukan saat sebagian besar masyarakat telah divaksinasi, kemungkinan munculnya varian virus yang resisten akan meningkat," tambah mereka seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (08/05). 

Intervensi non-farmasi atau intervensi non-farmakologis (NPI) adalah semua jenis intervensi kesehatan atau upaya yang bukan obat. Terkait Covid-19, upaya untuk menghentikan pandemi bukan obat termasuk tidak memakai masker, berkerumun, dan sebagainya yang bisa meningkatkan penularan virus. 

Baca juga: Bikin Malaysia Terheran-heran, Ini Alasan Kasus COVID-19 Indonesia Cepat Menurun

"Hasil kami menunjukkan, pembuat kebijakan dan individu harus mempertimbangkan untuk mempertahankan intervensi non-farmasi dan perilaku pengurangan penularan selama periode vaksinasi," imbuhnya.

Sejumlah ilmuan seperti Simon Rella dari Institut Sains dan Teknologi Austria yang terlibat dalam penelitian, ketika kebanyakan orang sudah divaksinasi tapi intervensi non-farmasi dilakukan, kemungkinan munculnya varian virus yang kebal vaksin sangat mungkin terjadi. 

"Ini berarti strain yang resisten terhadap vaksin bisa menyebar ke seluruh populasi dengan cepat, meski banyak orang sudah divaksin," kata Rella.

Hal senada juga disampaikan oleh Fyodor Kondrashov dari Institut Sains dan Teknologi Austria, semakin banyak orang yang terinfeksi, semakin besar kemungkinan munculnya resistensi vaksin. Jadi semakin banyak varian Delta yang menular, semakin banyak alasan untuk khawatir.

Namun sekali lagi, vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk keluar dari pandemi. Pasalnya, virus pun belajar untuk resisten atau kebal dari vaksin. Inilah kenapa orang yang sudah divaksin disarankan untuk tetap menggunakan masker saat pergi ke luar rumah.

(rzlth)

Komentar
  • HOT !
    Semakin banyak warga di dunia yang suntik vaksin COVID 19, sehingga target herd immunity pun perlahan dekat. Dengan begitu, pandemi virus corona yang sudah berlangsung hampir dua tahun diperkirakan akan selesai....
  • HOT !
    Penampilan idol K Pop selalu menjadi sorotan publik, mulai dari fashion sampai model dan warna rambut yang bisa dikatakan unik dan berani. Tak jarang apa yang mereka tampilkan menjadi inspirasi bagi orang orang...
  • HOT !
    Make up tetap menjadi aspek penting bagi banyak wanita. Khususnya di masa pandemi ini, produk produk make up lokal semakin digemari karena keunggulannya yang tidak main main atau kalah dengan produk luar....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ghassanianna
Cast : Wooyoung, Hanna (karakter fiktif), Nichkhun, 2PM

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)