SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Ilmuwan Cina Klaim Berhasil Ciptakan Bayi Kembar Tahan HIV yang 'Diedit' Via Rekayasa Genetika

Selasa, 27 November 2018 16:43 by reinasoebisono | 1860 hits
Ilmuwan Cina Klaim Berhasil Ciptakan Bayi Kembar Tahan HIV yang 'Diedit' Via Rekayasa Genetika
Image source: The Independent

DREAMERS.ID - Seorang profesor dari Universitas Southern University of Science and Technology (SUST) di Shenzhen, Hong Kong menyatakan telah berhasil menciptakan bayi kembar tahan HIV lewat hasil rekayasa genetika. Sontak hal ini memicu perdebatan dan dianggap kontroversial.

Karena prosedur yang digunakan dinilai kontroversial, universitas telah menyatakan akan melakukan investigasi. Mengapa? Karena jika benar, gen bayi-bayi itu telah dimanipulasi dan prosedur medis tersebut bisa jadi ancaman untuk landasan bioetika.

Profesor tersebut, He Jiankui melansir Detik bernama He Jiankui dan mengatakan DNA dua bayi kembar yang diberi nama ‘Lulu’ dan ‘Nana’ itu diubah melalui metode yang disebut CRISPR. Gen keduanya melewati proses ‘pengeditan’ yang mencegah embrionya terjangkit HIV. Hal ini bisa dipastikan karena ayah kedua bayi kembar tersebut mengidap HIV.

Lebih lanjut diterangkan He, orang tua kedua bayi iu tidak berniat memiliki designer baby atau bayi yang gennya telah dimanipulasi guna nantinya menjadi anak-anak yang sesuai dengan keinginan orang tua.


He Jiankui (NBC News)

"Orang tua mereka hanya ingin bayi yang tidak akan menderita penyakit yang bisa dicegah," demikian dikatakan He lewat video yang dipublikasikan lewat YouTube. "Saya mengerti, pekerjaan saya kontroversial. Tetapi saya percaya, ada keluarga yang memerlukan teknologi ini, dan saya bersedia menanggung kritik untuk itu."

Baca juga: Heboh Belasan Ribu Plasma Darah Buatan Cina Terkontaminasi HIV

He Jiankui memang diduga kuat melakukan pelanggaran serius. Senada dengan universitas SUST yang menyebut hal itu pelanggaran serius terhadap etika dan standar akademik. Kini He Jiankui tengah berada dalam masa cuti tanpa gaji sejak Februari lalu.

Pakar biokimia AS Jennifer Doudna, yang menciptakan metode CRISPR mengatakan, jika terbukti, langkah He melanggar cara pendekatan transparan yang disetujui komunitas sains dan melanggar prosedur penggunaannya.

Pengumuman He Jiankui muncul menjelang konferensi besar tentang pengeditan gen di Hong Kong. David Baltimore, pakar biologi yang memimpin konferensi internasional itu mengungkap, konferensi bertujuan untuk memutuskan "apa yang kita anggap benar dan salah."

"Kita belum pernah melakukan sesuatu yang akan mengubah seluruh gen umat manusia, dan kita belum pernah melakukan sesuatu yang berdampak terus ke generasi-generasi berikutnya," demikian kata Baltimore lewat video, sebelum konferensi dimulai.

(rei)

  • HOT !
    Menyantap sahur sebelum menjalankan ibadah puasa memang menjadi hal yang perlu dilakukan. Selain sebagai sumber energi sebelum menjalani aktifitas, sahur juga memiliki banyak manfaat lainnya yang baik untuk tubuh....
  • HOT !
    Lebaran menjadi salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga atau untuk menghabiskan waktu berlibur ke negara impian. Klook sebagai salah satu platform perjalanan online terdepan di dunia, resmi meluncurkan program aktivitas #KlookYourDream pada Kamis (16/5)....
  • HOT !
    WhatsApp kembali mengumumkan bakal mengakhiri dukungannya untuk beberapa perangkat. Layanan pesan instan itu tak lagi bisa digunakan di perangkat Windows Phone pada 31 Desember 2019, serta ponsel dengan sistem operasi iOS 7 atau yang lebih tua dan Android 2.3.7 dan lebih tua, mulai 1 Februari 2020....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : rosadelita_ps
Cast : - Jung Ayana - Jung Yunho - Shim Changmin

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)