SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Konten Terorisme Jadi Alasan Utama Pemerintah Blokir Telegram di Indonesia

Sabtu, 15 Juli 2017 17:10 by zia92 | 2716 hits
Konten Terorisme Jadi Alasan Utama Pemerintah Blokir Telegram di Indonesia
Image source: neurogadget.net

DREAMERS.ID - Rencana pemerintah untuk memblokir Telegram di Indonesia menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen tanah air. Banyak yang menyayangkan aksi pemblokiran ini karena Telegram dianggap menjadi salah satu layanan chatting yang unggul dalam beberapa hal jika dibanding aplikasi sejenis.

Setelah menghebohkan dan muncul dugaan-dugaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhirnya mengungkap alasan utama memerintahkan pemblokiran terhadap layanan chatting Telegram di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut yang bermuatan negatif, seperti propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar yang tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

"Di Telegram, kami cek ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan lainnya, semua ada. Jadi harus diblok, karena kita anti radikalisme," papar Rudiantara di sela acara silaturahim bersama Dewan Pers di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (14/7).

Baca juga: Kemenkominfo Akhirnya Buka 11 Situs Telegram yang Diblokir

Dengan temuan yang mengerikan itu, Rudiantara pun menyampaikan hal ini kepada Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, untuk segera mengeksekusi pemblokiran Telegram. "Setelah berkomunikasi dengan mas Gatot (Panglima TNI), Pak Kapolri, mas Teten, ya sudah besok diblokir saja," imbuhnya.

Komenkominfo menilai bahwa layanan ini bisa membahayakan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme. Dalam pernyataan resmi Kemenkominfo, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan menegaskan bahwa pihaknya kini juga tengah menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram di Tanah Air.

"Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," terangnya.

(fzh/Detik/CNN)

Komentar
  • HOT !
    Hari ini warga DKI Jakarta akan menyambut pemimpin mereka yang baru. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik dengan seragam khas dinas berwarna putih putih. Sebelum melihat penampilan gagah keduanya ketika dilantik, intip dulu yuk gaya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sehari hari....
  • HOT !
    Hari Halloween menjadi suatu perayaan yang dapat dijumpai di seluruh dunia pada setiap tanggal 31 Oktober. Biasanya orang orang akan mendekorasi rumah dan juga melakukan pesta kostum Halloween. Semua orang akan berdandan menirukan tokoh tokoh supranatural yang menyeramkan seperti hantu. Namun seiringnya berjalan waktu kostum hallowen tak melulu berkaitan dengan sesuatu yang seram loh....
  • HOT !
    Bella Hadid menjadi model yang turut diperhitungkan di industry mode meski usianya masih terbilang muda. Wanita yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke 21 pada 9 Oktober kemarin ini selalu tampil memukau dengan busana apapun....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : HeoMicha
Cast : Produce 101 season 1 & 2

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)