SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Akibat Buruk Jika Tidur Setelah Makan

Rabu, 22 Mei 2013 13:00 by citra09 | 4396 hits
Akibat Buruk Jika Tidur Setelah Makan
drseanbullard.com

DREAMERSRADIO.COM - Orangtua kita seringkali menasehati tidak boleh tidur setelah makan. Apa sih sebabnya nasehat tersebut? Ketika perut kenyang kebanyakan orang akan merasa mengantuk dan tak jarang langsung  tidur. Tak hanya bisa menimbun lemak, langsung tidur setelah makan bisa mengakibatkan hal buruk pada tubuh. Apa saja?

Langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan terakhir yang masuk keperut, dan hal ini bisa menyebabkan masalah. Mulai dari gangguan pencernaan hingga resiko stroke.

Dilansir dari Livestrong, berikut beberapa bahaya yang  terjadi jika langsung tidur setelah makan:

1. Berat badan naik
Untuk menurunkan berat badan, kamu harus membakar kalori lebih banyak dari kalori yang masukke tubuh. Makan larut malam sangat berbahaya karena bisa membuat tubuh menumpuk lemak lebih banyak. Jika kamu lapar tengah makan, sebaiknya cobalah mengisi perut dengan makanan sehat seperti salad dan buah, bukan makanan tinggi kalori seperti kue atau pizza.

2. Rasa panas di dada
Berbaring setelah makan mungkin akan membuat merasa baik pada awalnya. Tapi sementara tubuh beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag, yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung sehingga menimbulkan rasa panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan kadang sampai tenggorokan.

3. Refluks asam
Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup sepanjang jalan. Hal ini memungkinkan asam lambung untuk kembali ke tenggorokan, yang menyebabkan sensasi terbakar. Berbaring ke sisi kanan setelah makan dapat memperburuk kondisi ini.

4. Stroke
Langsung tidur setelah makan juga dapat meningkatkan peluang untuk mengalami stroke, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Ioannina Medical School di Yunani. Penelitian yang difokuskan pada 500 orang sehat, menemukan bahwa orang yang menunggu paling lama antara makan dan tidur berada di risiko terendah mengalami stroke.

Teori pertama menyebutkan hal ini terjadi karena refluks asam lebih mungkin menyebabkan apnea tidur, yaitu henti napas saat tidur yang dapat meningkatkan risiko stroke. Teori lain menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena sistem pencernaan bekerja keras sehingga dampaknya meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah dan mungkin juga mempengaruhi kolesterol yang meningkatkan peluang stroke. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini. (way)

Komentar
CONTACT US
Informasi pemasangan iklan: sales@dreamers.id
Enquiries: info@dreamers.id
  • HOT !
    Perusahaan teknologi Apple siap memperkenalkan perangkat terbarunya pada Maret 2017. Tak hanya smartphone iPhone, Apple kabarnya akan mengumumkan perangkat tablet atau iPad terbarunya bulan depan....
  • HOT !
    Valentine memang telah berlalu kurang lebih satu minggu yang lalu. Namun, dibalik perayaan hari kasih sayang tersebut, ternyata banyak hal unik yang terjadi hampir di seluruh dunia. Termasuk yang dilakukan seorang wanita asal Jepang ini kepada suaminya....
  • HOT !
    Pada Jumat (17/2) PSSI resmi mengumumkan 25 nama pemain yang siap memasuki tahap seleksi pertama untuk tim nasional Indonesia U 22. Dalam keterangan yang baru saja dirilis terdapat sejumlah nama yang memang sudah tak asing lagi, mereka antara lain Evan Dimas hingga Hansamu Yama Pranata....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Monie47
Cast : All Member EXO

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)