home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Studi Klaim Mantan Pasien COVID-19 Bisa Alami Penurunan Kecerdasan

Kamis, 29 Juli 2021 14:30 by rizaluthfiah | 396 hits
Studi Klaim Mantan Pasien COVID-19 Bisa Alami Penurunan Kecerdasan
Image Source : The Conversation

DREAMERS.ID - Selama beberapa bulan terakhir, kasus positif Covid-19 terus melonjak di sejumlah negara. Penyakit yang menyerang penderitanya pada bagian paru-paru ini diklaim dapat menurunkan tingkat kecerdasaan seseorang. 

Sebuah studi baru di Inggris menyebut kecerdasan seseorang bisa menurun setelah terinfeksi Covid-19. Dalam tes kecerdasan yang digelar, rata-rata mereka yang sembuh dari Covid-19 mendapat skor buruk.

Mengutip CNBC Indonesia, hal ini dipaparkan ilmuwan otak dari Imperial College London, yang berbagi hasil studi dengan Great British Intelligence Test. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Lancet EClinical Medicine.

Tes kecerdasan itu dilakukan secara online oleh 81.337 orang antara Januari dan Desember 2020. Sebanyak 13.000 orang di antaranya telah terinfeksi Covid-19.

Setelah memperhitungkan variabel seperti usia, riwayat medis dan pekerjaan, para peneliti menemukan mereka yang tertular virus berkinerja lebih buruk dari yang diharapkan. Disebutkan mereka yang menggunakan ventilator saat terpapar Covid-19 mengalami defisit terbesar penurunan IQ tujuh poin.

Baca juga: Varian Baru Omicron Sampai Negara Tetangga, Pemerintah Kembali Tetapkan Aturan Karantina Baru

"Defisit paling menonjol untuk paradigma yang memanfaatkan fungsi kognitif seperti penalaran, pemecahan masalah, perencanaan tata ruang dan deteksi target," tulis para peneliti, dikutip Kamis (29/7/2021).

"Hasil ini sesuai dengan laporan (fenomena) long Covid karena 'kabut otak', kesulitan berkonsentrasi dan kesulitan menemukan kata-kata yang benar adalah hal biasa."

Long Covid-19 adalah gejala sakit berkepanjangan yang diderita seseorang setelah dinyatakan negatif Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) telah melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hal ini khususnya dalam jangka panjang, berapa lama pulih hingga gejala yang dirasakan.

Gejala tersebut kelelahan, kesulitan bernafas, batuk, sakit sendi dan dada. Gejala mungkin lainnya kesulitan berpikir kemudian depresi, sakit otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar.

(rzlth)

Komentar
  • HOT !
    Varian virus COVID 19 baru Omicron menjadi ancaman baru di tengah pandemi saat ini. Mutasi yang memiliki strain lebih banyak dari varian Delta dilaporkan sudah sampai ke beberapa negara, termasuk Hongkong....
  • HOT !
    Budaya nongkrong di cafe juga eksis di Korea Selatan. Tak heran ada banyak sekali kafe di setiap sudut kota. Meski memiliki menu yang hampir sama, setiap kafe memiliki desain dan menu yang unik. Menikmati waktu di kafe, ada banyak dessert cantik dan unik yang bisa kamu lihat di kafe kafe Korea....
  • HOT !
    Ada yang menarik rasa heran dan miris di gelaran badminton Indonesia Masters 2021, terutama dari pertandingan ganda campuran. Duo andalan Indonesia yang masuk 5 besar dunia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang kalah dari pasangan non unggulan India, karena diduga gagal bangun komunikasi di lapangan....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Maisaveron
Cast : Nam Woohyun, Kim Hanbin, Hoshi, Hyungwon, Seolhyun, Bora, Eunha

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)