home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Penelitian Terbaru Sebut Lemak Jenuh Tak Sebabkan Penyakit Kronis, Ini Alasannya

Kamis, 27 April 2017 10:00 by fzhchyn | 2659 hits
Penelitian Terbaru Sebut Lemak Jenuh Tak Sebabkan Penyakit Kronis, Ini Alasannya
Image source: Live Strong

DREAMERS.ID - Sudah menjadi rahasia umum jika mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini juga didukung dengan pernyataan para ahli kesehatan dari American Heart Association dan World Heart Federation bahwa lemak jenuh dapat menimbulkan plak pada arteri, membuatnya mengeras, hingga akhirnya memicu penyakit jantung koroner.

Karena risiko berbahaya tersebut, para ahli pun menyarankan agar mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, yang biasa ditemukan dalam daging, pork, ayam, mentega, keju, dan lainnya.

Namun dalam sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, Selasa (25/4), tiga pakar penyakit jantung mengungkapkan jika lemak jenuh tidak menyumbat arteri dan penyakit jantung akibat arteri yang tersumbat adalah kesalahan.

Menurut mereka, mengkonsumsi lemak jenuh tidak ada hubungannya dengan penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, kematian akibat penyakit jantung, atau kematian dini pada orang dewasa yang sehat. “Gagasan bahwa makanan dengan lemak jenuh dapat membentuk koroner pada arteri adalah omong kosong yang tidak ilmiah,” kata Dr. Aseem Malhotra, penulis penelitian.

Sementara dua rekan penulis lainnya menambahkan jika orang yang sehat dapat dengan efektif mengurangi risiko penyakit koroner dengan berjalan kaki selama 22 menit per hari, mengurangi stres, dan mengkonsumsi makanan sungguhan bukan olahan. Jadi permasalahannya bukan pada lemak jenuh.

Baca juga: Latihan Fisik Para Artis Korea yang Bisa Kamu Tiru untuk Tetap Bugar

Hasil penelitian ini tentu menimbulkan pertanyaan dari para kritikus. Karena dalam penelitian yang telah dilakukan selama beberapa dekade, sudah terbukti jika makanan kaya akan lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah yang membuat risiko terkena serangan jantung atau stroke lebih tinggi, menurut Dr. Mike Knapton, seorang direktur medis di British Heart Foundation.

Meski banyak lembaga kesehatan yang meragukan hasil penelitiannya, Dr. Malhotra tetap pada pendiriannya yang mengatakan jika lemak jenuh bukanlah titik atau sumber masalah penyakit koroner. Menurutnya, industri pengolahan makanan lah 'pelaku kejahatan' sebenarnya.

Makanan olahan yang dianggap tinggi lemak jenuh sebenarnya mengandung gula, karbohidrat olahan dan minyak nabati juga saat ini menjadi pro-inflamasi yang terkait dengan penyakit jantung, kanker, dan demensia.

Maka dari itu, ia menyarankan kita agar mengkonsumsi makanan sungguhan dibandingkan yang olahan. “Kau tidak perlu khawatir makan makanan tinggi lemak jenuh jika mengikuti rekomendasi yang diajukan dalan jurnal, seperti berolahraga, kurangi stres, dan makan makanan sehat,” pungkasnya.

(fzh/CNN)

Komentar
  • HOT !
    Baru baru ini Kim Ji Won menjadi pusat perhatian lewat aktingnya dalam drama ‘My Liberation Notes’, terlebih karena visualnya di umur yang ingin meginjak 30 tahun namun tetap tampak muda dan imut....
  • HOT !
    Gucci kembali menunjuk bintang Korea sebagai duta global atau global brand ambassador terbaru yakni IU, yang baru saja tampil memukau di Festival Film Cannes ke 75 dengan gaun koleksinya....
  • HOT !
    Korea Selatan perlahan mulai membuka gerbang dan meringankan peraturan pandemi COVID 19. Terbaru, pemerintah telah membuka wisata ke Pulau Jeju dan Yangyang bebas tanpa visa....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : AdeLululu
Cast : Lay EXO , Kim Vanyiake (FC) , Eunji A-Pink , Ryeowook SJ , Suho EXO, Jung Rachel, EXO, A-Pink

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)